030 Tentang Panduan Ibadah di Masjid di Masa New Normal

  • Version
  • Download 7535
  • File Size 1.16 MB
  • File Count 1
  • Create Date 4 June 2020
  • Last Updated 4 June 2020

030 Tentang Panduan Ibadah di Masjid di Masa New Normal

Perkembangan pandemi COVID-19 di seluruh dunia menuntut adanya sikap yang dinamis dan up to date di semua lini kehidupan. Baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, keagamaan, maupun lainnya. Langkah-langkah pemerintah dalam menerapkan protokol pencegahan COVID-19, stay at home, social distancing, physical distancing, maupun PSBB selama ini patut kita apresiasi. Memang, fakta di lapangan penerapannya masih menemui banyak kendala, sehingga belum sesuai dengan harapan banyak kalangan, terutama ahli-ahli medis yang berada di garda terdepan.
Di sisi lain, desakan masyarakat agar masjid dibuka kembali untuk pelaksanaan shalat berjamaah, shalat Jum‟at dan lainnya juga semakin menguat.. Apalagi dengan mulai diberlakukannya masa "new normal‟ secara nasional, dan izin pembukaan pusat-pusat perbelanjaan. Kondisi ini tentunya harus disikapi secara bijak dan dengan persiapan matang dari pihak-pihak terkait.
Khusus terkait pengoperasian kembali masjid-masjid untuk shalat berjamaah lima waktu dan shalat Jum‟at, kami sangat mendukung penerapan protokol kesehatan yang kami nilai sesuai dengan kaidah-kaidah syariat, agar upaya penanggulangan COVID-19 yang kita lakukan selama ini dapat membuahkan
hasilnya.
Tujuan utama dari panduan ini adalah untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 yang berbahaya melalui kegiatan shalat berjamaah, sehingga panduan ini hanya layak diberlakukan bilamana para ahli kesehatan dan pihak-pihak yang berkompeten menilai bahwa situasi dan kondisi telah memungkinkan untuk pelaksanaan shalat berjamaah dan atau shalat Jum‟at di masjid terkait. Tentunya dengan mempertimbangkan aspek-aspek lain yang selayaknya menjadi
bahan pertimbangan bagi pihak-pihak terkait. Dalam hal ini, kami menjelaskan hukum syar‟i sejumlah aturan yang disebutkan dalam Surat Edaran Menteri Agama RI, dengan menambahkan beberapa usulan lain yang kami anggap
penting.